Loading

TABETA Creative Club what's your story?

Budaya Indonesia tidak lepas dari budaya bercerita. Dari Sabang sampai Merauke, ada kisah dan legenda yang disampaikan melalui berbagai bentuk, diantaranya melalui dongeng turun temurun, lakon wayang, pantun dan puisi, lirik lagu, tarian ataupun relief pada peninggalan bersejarah dan sebagainya. Baik itu cerita tentang terbentuknya suatu tempat atau kerajaan, cerita kepahlawanan dan keberanian suatu suku maupun kekayaan alamnya.

Indonesian culture has always had a story telling aspect in it. From Sabang (west) to Merauke (east), there's always story or legend being told in many different ways; stories that have been carried on through generations through puppetry, poem and repetitive poetry, songs and dances, and even stories told on historical reliefs and fabric patterns.

TABETA Creative dibentuk tahun 2016 oleh Beta Perwata sebagai sarana untuk mengembangkan daya imajinasi dan cara berpikir kreatif anak-anak melalui workshop menulis kreatif. Hal Ini sebagai bagian upaya TABETA Creative untuk berpartisipasi dalam menggerakkan budaya bercerita di kalangan anak-anak Indonesia.

TABETA Creative Club was founded in 2016 by Beta Perwata as an avenue to develop children's imagination and build their creative thinking ability through creative writing workshop. This is as part of TABETA Creative Club's participation in rebuilding the culture/habit of story telling among Indonesian children.

Tak Kenal Maka Tak Sayang. TABETA Creative juga ingin menjadi wahana untuk memperkuat persatuan Indonesia. Dengan berbagi cerita dari berbagai daerah di nusantara, diharapkan akan menumbuhkan pengertian dan pandangan yang lebih luas akan budaya yang beragam dan diharapkan dapat membangun karakter anak yang toleran dan tidak mudah menghakimi.

Tak Kenal Maka Tak Sayang or Familiarity breeds fondness, a famous Indonesian idioms. TABETA Creative also wants to be an avenue in strengthening Indonesian unity in diversity. By sharing stories from every corner of the archipelago, we hope to help build understanding of the backstory of certain perspective of different culture. We hope to help building Indonesian children's characters that are tolerant and not judgemental.

Apa yang dipelajari oleh anak-anak melalui workshop ini?

Menciptakan Karakter ; Melalui tema yang dipilih, anak-anak akan bereksplorasi untuk menciptakan dan mengembangkan suatu karakter sebagai tokoh cerita. Eksplorasi ini di lakukan melalui bantuan visual - baik gambar-gambar ataupun hand painting. Anak akan didorong untuk mengenal karakter yang dibuatnya lebih dekat.

Menciptakan plot cerita sederhana ; Karakter yang telah dibangun akan dimasukkan ke dalam cerita. Anak-anak didukung untuk berekplorasi dengan drama dan konflik untuk membuat cerita menarik.

Story Telling ; Di akhir workshop, anak-anak akan diminta untuk menceritakan Cerita Mereka. Hal ini mendukung anak untuk menjadi lebih percaya diri berbicara di publik dan membantu mereka meng artikulasikan ide mereka secara verbal.

What do the children learn through this workshop?

Character creation ; Through the selected theme, the children are encourage to explore the creation and development of the characters in their story. The exploration is done with visual aids - through illustrations or hand paintings. The children are also encourage to get to know their chatacters better.

Creating a simple plot ; The children will learn to build the characters into the story and are encourage to explore the plot through drama and conflict to make the story interesting.

Story Telling ; at the end of the workshop the children will tell their stories to the group. This will help building their confidence and help them learn to articulate their expression verbally. .

Apakah anak harus sudah bisa baca tulis untuk mengikuti workshop ini?

Tentunya akan membantu jika anak-anak bisa mengekspresikan ide mereka melalui tulisan. Tetapi karena penekanan dari workshop ini adalah untuk menggali imajinasi mereka, maka baca tulis bukanlah menjadi halangan. Anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis tetap bisa menciptakan karakter secara visual lalu menceritakannya secara verbal.

So, do they have to be able to read and write to participate in the workshop?

Being able to read and write is a great advantage. However, it's not compulsory, as the workshop emphasizes in developing the children's imagination and as their creative outlet. They still can explore the character visually and build story verbally.

Apa kata mereka?

What do they say?

Charity Creative Writing Workshop untuk siswa Cipayung Refugee Education Center . Tidak semua siswa bisa ber bahasa Inggris, namun itu bukan halangan. Mereka diberikan kebebasan bercerita dalam bahasa ibu mereka lalu diterjemahkan oleh para gurunya. Charity Creative Writing Workshop conducted for the students of Cipayung Refugee Education Center. Not all the studenta could speak English, but that was not a barrier. With the help of their teachers who acted as interpreters they ecplored, built and told the stories in their mother toungue.

Siapa Beta Perwata?

Who is Beta Perwata

Saat berkuliah disain grafis di Australia, Beta Perwata justru mendapat banyak pujian tambahan dalam kemampuannya berekspresi melalui kata-kata dan tulisan. Beta Perwata lalu memulai karirnya di periklanan sebagai Penulis Naskah Iklan, profesi yang dijalaninya selama 20 tahun. Enam tahun menjabat sebagai Regional Creative Director dan bertempat di Mumbai India, Beta Perwata justru belajar lebih banyak tentang budaya dan kebiasaan Indonesia. 'Kill your darling' adalah prinsip yang dipegang dalam mengedit dan mengkurasi suatu ide kreatif, agar cerita bisa berkembang menarik tanpa keluar dari tujuan. Tumbuh dan besar di keluarga penulis, seniman dan pendidik, masa kecil Beta Perwata diwarnai oleh berbagai bentuk ekspresi. Saat hujan turun dan tak bisa bermain di luar, Beta dan kakak adiknya secara 'impromptu' membuat sandiwara radio, merekam angin badai dengan meniup langsung bagian microphone radio atau menghentak-hentakkan jari tangan untuk menciptakan derapan pasukan berkuda. Setelah dewasa, imajinasi ini juga disalurkan melalui cerita pendek yang beberapa diantaranya telah diterbitkan di The Jakarta Post. Latar belakang ini yang membuat Beta Perwata menyadari bahwa proses berpikir kreatif adalah dasar yang diperlukan untuk bisa melihat suatu masalah dari berbagai sisi dan bahwa proses berpikir kreatif tidak akan pernah berhenti. Beta Perwata adalah pendiri TABETA Creative Club, Dosen fakultas Public Relations di London School Of Public Relations, Independent Trainer di Imago School of Modern Advertising, Creative Communications Consultant PT. Lima Loukya Altama. Kunjungi link ini untuk melihat karya Beta Perwata sebagai praktisi periklanan www.behance.net/betaperwata

While studying graphic design in Australian, Beta often got compliments on her writing skill and play of words. Despite her design diploma, Beta started her career as a copywriter at an ad agency, a profession that she held dearly for over 20 years. During her stint as Regional Creative Director based in Mumbai India, she learned more about Indonesian insight, the habit and what motivates Indonesian to do a certain thing, which she finds very fascinating. ‘Kill your darling” is the principal she goes with when she needs to curate her work, to develop a story and yet focus in what she wants to say. Growing up in a family of storytellers and educators, it’s no surprise that Beta combined both what runs in her blood by founding TABETA Creative Club. Beta Perwata realizes that creative thinking process is a platform that allows people to see and approach a problem from different angles.

Beta Perwata is the founder of TABETA Creative Club, Lecturer at London School of PR Jakarta, Independent Trainer at IMAGO School of Modern Advertising and an independent Creative Communications Consultant. Beta is also an avid scuba diver, a yoga enthusiast and a Balinese dancer.

Silahkan hubungi tabetacreativeclub@gmail.com untuk berbincang lebih lanjut mengenai kemungkinan kolaborasi.

Please contact tabetacreativeclub@gmail.com to explore more on the possibility of collaboration.

Instagram @tabeta_creative

Terima kasih.

Created By
Beta Perwata
Appreciate

Report Abuse

If you feel that this video content violates the Adobe Terms of Use, you may report this content by filling out this quick form.

To report a Copyright Violation, please follow Section 17 in the Terms of Use.