Pengolahan Kopi Sumber : http://iccri.net/pengolahan-kopi/

Ketertarikan ini berawal dari rasa penasaran tentang kopi, bisnis kopi & penikmat kopi yang akhir-akhir ini sedang bergairah dan ramai di explorasi dan dinikmati oleh orang banyak, kebetulan saya juga belakangan ini menjadi "coffee adict" bersama dengan istri saya dirumah seperti antusias dan ingin mencoba berbagai kopi yang ada di seluruh Indonesia dan belahan dunia lain sepaket dengan belajar variasi dari teknik "Breewing" kopi yang unik, menarik dan briliant. Tanggal 15 April 2017 ada acara yang cukup memanggil rasa penasaran saya, "yup" tentu saja bertema tentang Cofee Education 2017 kebetulan diadakan oleh #ILAA atau suatu komunitas yang bernama Indonesia Late Art Artis. Info ini saya dapat dari IG, tujuannya agar saya berada dijalan yang "benar" dalam memahami dan mendalami makna kopi, orang yang berhubungan dengan kopi, alat-alat kopi sampai dengan asal kopi yang ditanam oleh petani kopi yang banyak berjasa sehingga kopi yang ditanam bisa saya nikmati di rumah. Akhirnya saya browsing agar lebih memahami dan berbagi kepada semua orang. semoga bermanfaat.

PENGOLAHAN PRODUK PRIMER KOPI

1.PANEN TEPAT MATANG

Buah Kopi Matang

Buah buah kopi matang ditandai oleh perubahan warna kulit buah kopi yang semula hijau menjadi merah.

2.SORTASI BUAH SEHAT

Pemilihan Buah Sehat

Buah sehat adalah buah matang yang bernas, tidak terkena serangan hama dan penyakit dan ditandai oleh tampilan kulit buah yang mulus dan segar. Buah kopi merah segera diolah lanjut tanpa penundaan.

3.PENGUPASAN KULIT BUAH

Buah dikupas secara mekanis untuk memisahkan biji berkulit tanduk [biji kopi HS] dan kulit buah. Biji kopi HS diolah lanjut sebagai bahan minuman, sedangkan kulit buah merupakan limbah yang dapat digunakan sebagai bahan baku kompos, pakan ternak dan biogas.

4.PENCUCIAN BIJI KOPI

Biji kopi yang telah fermentasi dicuci secara mekanis dan dibilas dengan air sampai permukaan kulit tanduk menjadi licin.

6. PENGERINGAN MEKANIS

Pengeringan Biji Kopi

Biji kopi HS dikeringkan secara mekanis pada suhu 50-55 oC. Kadar air biji kopi yang semula 55 % turun menjadi 12 % selama 40 jam. Bahan bakar pengering adalah kayu yang diperoleh dari hasil pangkasan pohon pelindung tanaman. Kipas udara pengering digerakkan oleh motor listrik atau motor disel dengan bahan bakar bio-disel.

7. PENGUPASAN BIJI KOPI HS KERING

Kulit tanduk [HS] dikupas secara mekanis sampai dihasilkan biji kopi beras. Kulit tanduk merupakan limbah dan dapat digunakan sebagai bahan baku kompos dan pakan ternak.

8. SORTASI BIJI KOPI KERING

Biji kopi beras disortasi secara mekanik untuk memisahkan biji ukuran besar [ukuran > 6,5 mm], ukuran medium [5,5 mm<d<6,5mm] dan ukuran kecil [< 5,5 mm]. Biji pecah dan biji kecil terpisah di rak paling bawah.

9. PENGEMASAN dan PENGGUDANGAN

Biji kopi beras atas dasar ukurannya dikemas dalam karung goni [@ 60 – 90 kg] berlabel produksi dan disimpan dalam gudang yang bersih dan berventilasi cukup. Tumpukan karung-karung disangga di atas palet kayu dan tidak menempel di dinding gudang.

Created By
aria pamungkas
Appreciate

Credits:

Created with images by mckaysavage - "Colombia - Coffee Triangle 049 - coffee beans" • mikefats - "coffee cherries" • Kríttik'l Kápchər (CH) - "Coffee Cherries"

Report Abuse

If you feel that this video content violates the Adobe Terms of Use, you may report this content by filling out this quick form.

To report a Copyright Violation, please follow Section 17 in the Terms of Use.