Loading

Pewarta HARAPAN, menatap MASA DEPAN

Dalam pengalaman kaum muda, bermuaralah resiko terbesar kemiskinan, konsekuensi terburuk jangka panjang degradasi lingkungan, dan pencarian paling hidup akan makna dan jalan menuju Allah. Tapi mereka juga yang bisa melihat dengan lebih baik arah masa depan, dan bisa membantu kita memahami tantangan masa kini. Dan mereka ini juga merupakan batu uji otentisitas hidup kita.

1. Saat mengawali doa, mohonlah Rahmat: agar semakin mampu menemani kaum muda.
2. Yesus menyambut kaum muda dan pencarian mereka.

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.”

Aku berkata kepadamu, “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

3. Aku membiarkan diriku ditantang oleh hasrat-hasrat seperti dinyatakan dalam preferensi ketiga.

Orang-orang muda, yang sebagian besar hidup miskin, menghadapi tantangan besar di dunia zaman ini, antara lain berkurangnya lapangan kerja, ketidakstabilan ekonomi, kekerasan politik, diskriminasi, kerusakan lingkungan yang parah, dan berbagai penyakit lainnya. Semua ini menyulitkan mereka untuk menemukan makna hidup dan menghalangi usaha mereka mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dengan menemani kaum muda dalam proses ini, mengajari melakukan diskresi dan berbagi Kabar Gembira Yesus Kristus bersama mereka, maka kita dapat menunjukkan jalan menuju Allah melalui solidaritas terhadap sesama dan pembangunan dunia yang lebih adil.

Untuk bisa menemani orang muda, kita dituntut memiliki hidup yang otentik, kedalaman spiritual, dan keterbukaan untuk berbagi perutusan hidup kita yang memberi makna tentang siapa diri kita dan apa yang kita lakukan. Dengan memiliki semua ini, bersama dengan orang muda, kita dapat belajar menemukan Tuhan di dalam segala. Melalui pelayanan dan karya kerasulan yang kita lakukan, kita dapat membantu mereka menjalani fase kehidupan ini dengan lebih bermakna. Menemani orang muda menuntun kita menuju pertobatan personal, komunal, dan institusional.

  • Seberapa besar tingkat keterbukaanku untuk menemani kaum muda?
  • Bagaimana agar keterlibatan menemani kaum muda menantang hidupku agar semakin otentik?
Aku merenungkan pertanyaan-pertanyaan di atas dan melanjutkannya dengan Doa Percakapan bersama Tuhan
4. Setelah berdoa, aku membaca kembali bagian C dari Surat Pater Jenderal bulan Februari 2019: Menemani kaum muda untuk menciptakan masa depan yang penuh harapan (hal. 10-12)

Credits:

Jesuits.id

Report Abuse

If you feel that this video content violates the Adobe Terms of Use, you may report this content by filling out this quick form.

To report a copyright violation, please follow the DMCA section in the Terms of Use.