Loading

Legenda Manusia Serigala di Rawa Louisiana by clara kelana

Kota New Orleans sarat dengan mitos dan legenda. Salah satu legenda yang paling ditakuti adalah Manusia serigala atau yang lebih dikenal dengan nama Rougarou. Siluman berkepala serigala-berbadan manusia ini dipercaya menghantui rawa-rawa di sepanjang Louisiana dengan matanya yang merah menyala dan taring yang tajam.

Legenda Rougarou berawal dari kisah seorang pria yang dikutuk penyihir tua untuk selamanya menjadi Rougarou. Pada siang hari, pria ini akan hidup layaknya manusia normal, namun begitu matahari terbenam, wujudnya berubah menjadi manusia serigala yang menyerang apapun yang bergerak. Virus Rougarou ditularkan ke korban melalui gigitan maut. Tapi benarkah mahluk menyeramkan ini ada? Rasa penasaran membuat saya ikut tur “Cajun Encounters” yang membawa turis mengelilingi rawa dengan kapal. Harga tur ini US$52.

Hari itu tanggal 27 Desember 2014. Hujan deras belum juga reda sejak semalam. Sekali lagi saya melirik jam tangan. 9.30 pagi. Berarti sudah setengah jam saya menunggu. Rombongan turis yang ikut berdiri di dekat hotel lambat laun berkurang setelah satu demi satu dijemput bis tur-nya masing-masing.

15 menit kemudian terlihat bis dengan tulisan “Cajun Encounter” datang mendekat. Dari dalam bis keluar seorang pria berkulit hitam dengan tubuh tinggi besar berteriak ” Is Clara here?” Saya pun segera menghampiri sambil membawa tiket. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Mike yang bertugas sebagai supir dan guide. Meskipun ramah namun aksen bicaranya sangat kental sehingga sulit dimengerti. Banyak penumpang yang mayoritas orang Amerika pun saling berbisik ” what did he say?” Untungnya ada penjelasan yang saya mengerti yaitu bahwa pada musim panas biasanya terlihat banyak buaya berjemur dipinggir jalan raya. Namun karena saat itu musim dingin, buaya bersembunyi untuk berhibernasi. Hibernasi adalah penurunan metabolisme pada hewan yang ditandai dengan suhu tubuh yang lebih rendah dan pernafasan yang lambat. Hewan yang melakukan hibernasi berusaha menghemat energi, contohnya pada waktu musim dingin.

Setelah 45 menit perjalanan dengan bis, sampailah saya di tujuan yaitu Honey Swamp. Hujan sudah reda. Semua penumpang dipersilahkan turun dari bis lalu dibawa ke pinggir rawa dimana sebuah kapal kecil sudah menunggu. Pagi itu seorang pria kulit putih bernama Greg bertugas sebagai guide dan nahkoda kapal. Ada tiga peraturan yang harus dipatuhi selama berada dalam kapal yaitu dilarang memberi makan binatang, dilarang membuang sampah sembarangan, dan dilarang memasukkan tangan kedalam air karena bisa ditarik masuk ke rawa oleh Rougorou. Greg terkekeh geli mendengar leluconnya sendiri.

Greg menunggu dengan perahunya

Rawa New Orleans menyeramkan. Pohon-pohon terlihat seperti raksasa yang menjulang tinggi dengan dahan-dahan besar bagai tangan yang siap menerkam. Tanaman Spanish Moss yang tergantung di pepohonan membuat suasana jadi tambah angker. Sepintas gerakan samar melintas dari balik rimbunan pohon yang gelap. Entah apa yang bersembunyi disitu.

Pemandangan rawa
Tanaman Spanish Moss

Ketika sedang menikmati suasana rawa, tiba tiba terdengar teriakan penuh semangat dari salah satu penumpang. Ternyata dia melihat seekor buaya kecil berjemur diatas dahan pohon. Sontak semua sibuk dengan kamera masing-masing dan mengabadikan peristiwa itu. Sayang sepanjang perjalanan saya hanya bertemu dua ekor buaya kecil.

Buaya kecil lagi berjemur

Kapal yang saya tumpangi sampai di sebuah jalan buntu. Greg membawa kapal ke tepian, mematikan mesin dan bercerita tentang legenda Rougarou yang hidup di rawa. Menurut Greg, pada malam hari sering terlihat dua cahaya merah dari balik pepohonan yang mengikuti gerak gerik kita. Cahaya merah itu adalah sepasang mata Rougarou yang sedang berburu.

Ketika kami sedang mendengarkan dengan serius, tiba tiba Greg bertepuk tangan kencang. Tak lama terlihat semak-semak bergerak dan suara-suara seperti binatang mengerang datang mendekat. Kami semua mulai panik tapi penasaran dan melongokan kepala untuk bisa melihat lebih jelas. Tak lama muncullah si biang kerok, gerombolan babi hutan gendut yang berlari kencang ke arah kapal. Jumlahnya sekitar 8 ekor.

Babi gendud hitam
Keluarga babi gendud
Keluarga babi gendud lagi berenang

Setelah puas berfoto dengan babi hutan, Greg membawa kami ke perkampungan penduduk Cajun yang dibangun diatas air. Transportasi utama penduduk ini adalah perahu yang digunakan untuk melakukan kegiatan sehari hari seperti mengantar anak sekolah, ke supermaket, atau berburu. Di tepian rawa saya melihat seorang petugas Pizza Hut berdiri menunggu pemesan pizza datang dengan kapalnya. Saya sempat mengintip keadaan rumah penduduk Cajun. Normal saja kok. Seperti rumah-rumah pada umumnya. Ada sofa, TV, kulkas bahkan beberapa ekor anjing berlarian.

Perkampungan warga Cajun

Hari itu suasana cukup padat karena ada pesta BBQ di salah satu rumah penduduk. Warga Cajun biasanya masak menggunakan bahan makanan yang tersedia di rawa seperti crawfish atau udang rawa, kelinci, kancil bahkan buaya. Masakan umumnya dimasak pedas dengan bahan dasar cabe rawit dan merica.

Perkampungan warga Cajun

Penduduk Cajun masih banyak yang mempercayai legenda Rougorou. Menurut mereka cara terbaik melindungi rumah dari serangan Rougorou adalah meletakkan 13 benda disemua pintu dan daun jendela, contohnya sapu, pot bunga, koin. Menurut kepercayaan, mahluk ini hanya bisa menghitung sampai angka 12. Karena ada 13 benda, dia menjadi bingung dan terpaksa mengulang penghitungan berkali kali sehingga tidak sadar kalau fajar mulai menyingsing. Setelah sadar, dia pun segera berlari mencari perlindungan dari sinar matahari. Meskipun bentuknya menyeramkan, ternyata Rougarou hobi menghitung ya.

Perkampungan warga Cajun

Tur rawa ini selesai dalam waktu 1.5 jam. Sangat informatif dan menyenangkan. Saya bisa menikmati pemandangan rawa dan melihat tumbuhan dan hewan secara langsung di habitatnya. Tidak ketinggalan menikmati suasana teduh perkampungan warga Cajun. Tapi bagaimana dengan Rougarou? Ternyata meskipun di jaman modern ini kepercayaan tentang manusia serigala mulai terkikis, masih banyak warga Cajun yang melindungi rumah mereka dengan 13 benda di pintu dan jendelanya. Seperti kata pepatah, ‘Better safe than sorry”.

New Orleans. Louisiana. Desember 2014

Credits:

Clara Kelana

Report Abuse

If you feel that this video content violates the Adobe Terms of Use, you may report this content by filling out this quick form.

To report a Copyright Violation, please follow Section 17 in the Terms of Use.