Loading

Apakah memang tidak ada SESUATU YANG BARU atau PANGGILAN YANG KEMBALI HIDUP untuk mengikuti KRISTUS pada zaman ini?

Reaksi pertama, setelah sesaat membaca ke-empat preferensi Serikat, mungkin kita merasakan bahwa semua itu biasa saja, tidak ada yang baru. Jadi kita akan melanjutkan hidup kita seperti sebelumnya….. Hmmm, cobalah lihat kembali dengan hati terbuka, terbebas dari semua keengganan dan sinisme yang menyelimuti kita
  1. Saat mengawali doa, memohonlah Rahmat: rasakan semangat baru untuk mengikuti Yesus dan melayani Kerajaan-Nya melalui Serikat di zaman ini.
2. Dalam ingatan hatiku, aku kembali menyelami semangat awalku ketika bergabung dengan Serikat demi mengikuti Yesus. Aku mendambakan kembali api itu seperti saat aku mengalaminya pertama kali.

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (Mrk 1: 16-18)

3. Dengan sikap ini, aku mencoba menimbang-nimbang makna Preferensi ini bagi Serikat pada zaman ini.

“Proses yang telah kita lalui ini berasal dari pembaruan gerejawi yang diilhami Roh Kudus dalam Konsili Vatikan II. Roh yang sama, yang hadir dan hidup dalam Gereja hingga kini dan mengilhami kita dalam KJ 31 hingga KJ 36, membimbing Serikat mengalami proses yang menuntut pembaruan spiritual dan model kerasulannya.”

“Kita memang mengawali proses dengan banyak keraguan dan kekhawatiran, tidak mengetahui caranya dengan baik, dan berjuang mengatasi skeptisme ... dan akhirnya kita dapat menemukan kesatuan kehendak, yaitu kehendak yang sama untuk melayani Yesus.”

“Preferensi Kerasulan Universal merupakan buah eleksi … kehendak kita adalah menemukan cara terbaik untuk bekerja sama dalam melayani perutusan Tuhan.”

“Preferensi Kerasulan Universal ini dimaksudkan untuk melecut proses revitalisasi dan kreativitas kerasulan kita agar kita mampu menjadi pelayan perutusan rekonsiliasi dan keadilan yang lebih baik.”

“Selama sepuluh tahun ke depan, preferensi-preferensi yang telah kita tentukan tadi akan membimbing kita mengejawantahkan perutusan rekonsiliasi dan keadilan dalam semua karya kerasulan, di mana kita bersama banyak orang lain diutus ke sana.”

  • Sejauh ini, bagaimana disposisi batinku terhadap PKU ini?
  • Transformasi diri apa yang aku dambakan terjadi dalam diriku sehingga menjadi lebih terbuka dan murah hati menerima PKU dalam hidup dan karya kerasulanku?
Aku merenungkan pertanyaan-pertanyaan di atas dan melanjutkannya dalam Doa Percakapan bersama Tuhan.
4. Dengan rohku, yang kini telah ditransformasikan dengan doa, aku membaca kembali paragraf pertama surat Pater Jenderal (hal. 2) dan bagian II, Dibimbing oleh Roh (Buku PKU hal, 17-22)

Credits:

Provinsi Indonesia Serikat Yesus

Report Abuse

If you feel that this video content violates the Adobe Terms of Use, you may report this content by filling out this quick form.

To report a copyright violation, please follow the DMCA section in the Terms of Use.